Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Nekat Bunuh Diri, Jamhuri Tinggalkan Surat Wasiat

Kamis, 20 Maret 2025 | 07:51 WIB Last Updated 2025-03-20T00:52:02Z

 

Foto Ilustrasi

Editor : Tri Wahyudi, RealitaNews.co.id_
Kamis, 20 Maret 2025.


KABUPATEN TANGERANG - Kabar duka menyelimuti Kantor Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Pasalnya salah seorang Staf kelurahan setempat. Jamhuri ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di dalam rumahnya. 


"Untuk istri dan anak-anak, bapak minta maaf. Ibu, Agung, Rama, Hamna, bapak sayang kalian semua. Bapak nyesel ngusir Ibu sama Mas dari rumah. Maafin bapak, bapak enggak kuat hidup sendiri," dikutip dari sebuah isi surat wasiat yang telah ditemukan di kediaman korban Jamhuri


Surat wasiat yang ditulis Jamhuri (red. Staf Kelurahan Kutabumi) sendiri ditemukan tak jauh dari jasadnya yang ditemukan tergantung didalam rumah yang terletak di Kampung Sondol, RW 04


Di surat wasiat tersebut tertulis pesan Jamhuri yang menasehati anak - anaknya agar selalu menyayangi istrinya, "Buat Mas Rama tolong jaga Ibu, sayangi Ibu, jangan buat Ibu sampai menangis. Jangan lupa sholat, tinggalin perbuatan yang bikin rugi diri sendiri dan orang lain. Sekali lagi maafin bapak,"


Sedangkan di Paragraf terakhir, korban juga menulis pernyataan untuk pimpinan di tempatnya bekerja,"Untuk Pak Lurah Ados, terima kasih saran dan masukan untuk mengusir istri saya dari rumah. Ternyata tidak menyelesaikan masalah, malah tambah masalah memperkeruh keadaan dan bertambah besar masalah yang saya hadapi,"


Sementara itu ketika Awak Media mencoba menanyakan perihal meninggalnya Jamhuri kepada Lurah Kutabumi Hamdan yang akrab disapa Ados di ruang kerjanya, membenarkan dan tidak membantah adanya "Surat Wasiat" tersebut yang ditulis sendiri oleh Jamhuri, anak buahnya yang ditemui telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya," tegasnya (20/03/2025) 


"Dia (red.Jamhuri) tinggal rumah sendiri, bahkan terkadang suka nginap di sini (red.kantor Kelurahan), Jadi, mungkin dia itu banyak hal atau persoalan lain, sehingga mungkin bebannya tak tertampung. Dan gak ada itu kata - kata dari saya nyuruhin sudah cerai saja atau pisah saja. "Makanya saya kaget tuh (dengan isi surat wasiatnya)," kata Ados.


Lalu saat disinggung perihal apa saja yang sering dicurhatkan oleh korban tentang rumah tangganya oleh Awak Media, Lurah Ados secara halus menolak untuk dipublikasikan. "Biasa paling yang dicurhatkan oleh korban ke rekan - rekan kerjanya, soal kerjaan," pungkasnya



(Red/Yanto)